LOGO dprd
Beranda > Berita > Pembagian Bantuan Sembako Bagi Bayi Balita Stunting Dari Bkow Ntb Yang Dih…
Puskesmas Eyat Mayang

Pembagian Bantuan Sembako Bagi Bayi Balita Stunting dari BKOW NTB yang dihadiri Wakil Gubernur NTB

Posting oleh puskesmaseyatmayanglobar - 22 Sep. 2022 - Dilihat 86 kali

Kamis 22 september 2022 – dalam rangka melaksanakan program kerja Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2022, BKOW NTB melaksanakan kegiatan pemberian bantuan sembako untuk perempuan rentan dan bayi balita stunting di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Eyat Mayang yakni di posyandu Mekar Sari dusun Eyat Mayang Utara dan Posyandu Mayang sari dusun Eyat mayang desa Eyat Mayang kecamatan Lembar

Wakil Gubernur Dr Ir Hj sitti Rohmi Djalilah, M.Pd sekaligus sebagai ketua BKOW NTB tahun 2022 hadir dalam kegiatan tersebut dan langsung memberikan bantuan kepada sasaran yang stunting.

Beliau berpesan agar bantuan yang di berikan tepat sasaran dan memberikan dampak perubahan yang baik bagi sasaran yang stunting.

Sebanyak 89 anak sebagai penerima bantuan stunting di 2 posyandu ini.

Dalam kegiatan pembagian bantuan sembako ini hadir juga : Asisten 1 , Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Kadis PMPD Dukcapil Kabupaten Lombok Barat , Kadis DP3AP2KB Kabupaten Lombok Barat, Kadis Kominfotik Kabupaten Lombok Barat, BKKBN Kabupaten lOMBOK barat

Stunting bukan merupakan suatu penyakit, Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting diakibatkan oleh banyak faktor, seperti ekonomi keluarga, penyakit atau infeksi yg berkali-kali. Kondisi lingkungan, baik itu polusi udara, air bersih bisa juga mempengaruhi stunting. Tidak jarang pula masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan.

Dalam Upaya Promotif dan Preventif Puskesmas Eyat Mayang memiliki inovasi unggulan Yakni "Anting Naga Besi" , Inovasi ini merupakan singkatan dari "Pencegahan Stunting melalui Keluarga Beresiko Masalah Gizi" , Adapun sasaran utama dari Inovasi ini adalah Keluarga yang memiliki Resiko atau masalah gizi yang memiliki Bayi/Balita, Remaja maupun bagi Calon Pengantin, Upaya semacam ini tidak lepas dari kerjasama lintas sektor dan semua stakeholder terkait. 

diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat menurunkan angka stunting di lima desa di wilayah kerja Puskesmas Eyat Mayang.

 


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *