LOGO dprd
Beranda > Berita > Lokakarya Mini Lintas Sektor Tingkatkan Kerjasama Dan Peran Serta Antara P…
LINTAS SEKTOR

Lokakarya Mini Lintas Sektor Tingkatkan Kerjasama Dan Peran Serta Antara Puskesmas Dengan Lintas Sektor

Posting oleh puskesmasgerunglobar - 22 Sep. 2022 - Dilihat 74 kali

Gerung – (22/9) Lokakarya Mini Lintas Sektor dilaksanakan di gedung Sanggar Mutu. Camat Gerung H. Mulyadi, SH. dalam pembukaannya mengungkapkan “Kata kuncinya cuma satu, tidak bisa diserahkan kepada Puskesmas saja atau kepada kader saja, ini adalah tugas kita semua, tugas kita semua untuk penanganan masalah stunting, inilah peran kita semua mari untuk penurunan stuting ini, tanpa kerjasama kita tidak mungkin bisa terlaksana”.

“Stunting ini sudah menjadi isu nasional, makanya tema kita hari ini adalah maju bersama tanggulangi stunting, jadi kalau hanya kapus (red. kepala puskesmas) saja yang maju tidak bisa atau saya saja yang maju tidak bisa tapi kita semua bersama-sama menanggulangi stunting” lanjutnya kembali.

“Saya mengajak seluruh yang hadir disini untuk berkomitmen dan berperan aktif sesuai kewenangan dalam rangka mendukung kesehatan di Kecamatan Gerung yang khususnya ada kaitannya dengan stunting” tutupnya.

Kepala Puskesmas Gerung Ns. H. Hasmuni Budiawan, S.Kep. dalam laporan yang mewakili panitia penyelenggara, “latar belakang  lokakarya mini pada hari ini sesuai dengan Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan” Ungkapnya.

“Tujuan kami adalah yang pertama meningkatkan kerjasama dan peran serta antara Puskesmas dengan lintas sektor, kemudian memperoleh kesepakatan bersama peran serta masing-masing lintas sektor dan puskesmas” tambahnya.

H. Mohammad Abdullah, SKM, MQIH selaku narasumber dari Dinas Kesehatan Lombok Barat menyampaikan “Terkait dengan penanganan stunting, nanti kedepannya akan ada peran Kader dan PKK yang sangat penting  dalam mengelola Pemberian Makanan Tambahan (PMT), nanti akan di kelola oleh Kader dan PKK” jelasnya.

“Ini adalah cita-cita kita semua yang diawali peraturan presiden bahwa stunting nanti di tahun 2024 harus dibawah 14%, bahkan pak bupati meminta stunting kita dibawah 10%, ini adalah tugas yang berat bagi kita, kenapa sampai perlu? Karena ini akan mengganggu kualitas dari SDM kita, kalau anak stunting maka kedepannya dikhawatirkan intelegensinya rendah, postur tubuhnya sudah tidak bagus, mempengaruhi kemampuan belajarnya” sambutnya.

“Mestinya tahun 2022 kita paling tinggi 21%, tapi alhamdulillah bulan agustus kemarin 18, 98%, ini adalah berkat kerjasama kita semua termasuk para kader, kita berhasil turun melampaui target  kita, target kita 21 turun menjadi 18” imbuhnya.

Peserta Lokakarya Mini Lintas Sektor dihadiri dari unsur lintas sektor, unsur kesehatan, BKKBN, PKH, Dinas Nipo, Kelurahan dan Desa sebanyak 100 orang perwakilan di wilayah kerja Puskesmas Gerung dan Dasan Tapen, metode pertemuan kali ini adalah penyampaian materi dan diskusi kelompok. Penyelenggara tim kecamatan bersama UPT Puskesmas Gerung dan Dasan Tapen.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *