PT SEI Tidak Mutlak Jadi Pemenang Tender

Foto untuk : PT SEI Tidak Mutlak Jadi Pemenang Tender
Share

Giri Menang, Senin 12 Oktober 2020. Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam kontrak kerja Penerangan Jalan Umum (PJU) di kabupaten Lombok Barat (Lobar) sudah sampai pada tingkat ekspose akhir di DPRD Lobar. Sebelum sampai pada tingkat paripurna, gelaran ekspose KPBU PJU ini berlangsung di Ruang Sidang DPRD Lobar, Senin (12/10).

Ketua DPRD Lobar, Hj.Nurhidayah SE menyatakan, PT Surya Energi Indonesia (PT.SEI) sebagai peserta tender, tidak mutlak menjadi pemenang. Bisa saja pemenangnya dari pelaksana lain. Namun apa yang menjadi harapan legislatif yang tertuang dalam kontrak kerja sama perlu digaris bawahi. “Siapapun pemenangnya harus sesuai dengan masukan anggota dalam ekspose ini,” harapnya.

Dalam gelaran ekspose ini, harapan dan masukan legislatif disampaikan sejumlah anggota. Salah satunya adalah, pihak pemenang tender harus berkantor di wilayah Lombok Barat. Tenaga kerja lokal Lombok Barat, termasuk adanya pemenuhan jaminan finansial dari pihak pelaksana. Karena dikhawatirkan, jangan sampai adanya pemenang tender, kemudian kabur karena tidak mampu soal finansial.

Ditambahkan politisi Partai Gerindra ini, keberhasilan KPBU PJU tidak lepas dari peran legislatif. Karena sejak awal harus bertugas mengesahkan, mulai dari proses di Pansus hingga menjadi Perda. Sehingga pihak legislatif perlu di libatkan sedikit dalam penentuan titik PJU yang terpasang. Namun lagi-lagi diminta, proses ke depan harus dipercepat sebelum 2021. Hal tersebut dikemukakan Nurhidayah dihadapan Sekda, H.Baehaqi, Asisten III, H.Mahyudin, Kadis Kimpraswil, HL.Winengan serta sejumlah perwakilan OPD terkait.

Menanggapi permintaan legislative ini, pihak PT SEI yang dipaparkan oleh Rudy Wilyana menyatakan, siapapun pemenang tender dalam pelaksanaan KPBU PJU di Lombok Barat, sesuai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang tertuang dalam Perpres dan Permen, Pemenang tender harus berdomisili serta mendirikan kantor di tempat KPBU berada. “Selama sepuluh tahun kami di sini, tidak mungkin semuanya dibawa dari Bandung atau Jakarta, termasuk tenaga kerja lokal,” jelas Rudy Wilyana.

Sambutan